Note Taken

ask me anything   seorang mahasiswa angkatan 2oo8 di Institut Teknologi Bandung. :D
loves cooking, loves writing, loves movies.. :)

something to think about, something to laugh at

nona palma original work, and some more

twitter.com/nonagresa:

    Comments

    Gue sangat sering berkomentar dalam hati.

    Misalnya, dalam satu kali perjalanan menuju kampus, gue bisa mengomentari banyak hal, di dalam hati tentunya. Si komentar-komentar yang terlontar di dalam hati ini bisa dimulai dengan:

    Subhanallah —> expressing awe;

    Astagfirullah —>  surprised, basically

    dari komentar-komentar ini, mulailah kontemplasi gue kalo lagi sendirian di dalem angkot.

    Bahwa gue merasa sangat beruntung, dalam usia gue sekarang gue sedang melanjutkan pendidikan setelah SMA, gue punya rumah yang proper, singkat kata gue memiliki kehidupan yang mayoritas orang bilang normal.
    karena gue sering mendengar secara tidak sengaja (karena gue tidak pakai headset, misalnya. ya gimana lagi, kan kedengeran. gue gak NGUPING titik!), beberapa orang yang terlihat seumur gue, gak bisa kuliah.
    karena gue sering melihat pengamen, yang gue perkirakan sedang berada dalam masa produktif juga, malah nangkring seharian di pinggir jalan, doing only God knows what, geje, nganggur, ngamen seharian, no other job to pursue, no other thing to do.
    karena gue melihat anak kecil keliaran di pinggir jalan, minta-minta dengan kata-kata yang gue yakin sudah dilatih only God knows who, in unison (‘teh minta seribu teeh buat sekolah’ —> gue gak yakin mereka akan pake uangnya untuk sekolah).

    Gue merasa tidak dalam posisi bisa men-judge mereka kapanpun. Ini kondisi yang harus diperbaiki bagaimanapun caranya.

    Kadang suka ngerasa gimanaa gitu gak sih kalo lewat di depan pengemis. they are people. they are the same. we’re just a bit luckier. The thing is, i feel kinda helpless, karena sampe sekarang gue merasa belum pernah melakukan apapun untuk mereka.

    — 5 months ago